Kamis, 17 November 2011

AVIAN INFLUENZA


1)      Penyebab dan penularan flu burung
            Penyebab flu burung adalah virus influenza A subtipe H5N1.virus influenza termasuk dalam familia orthomyxovidae yang tardiri dari 3 tipe virus influenza yang patogen bagi manusia.yaitu virus A,B dan C .virus influenza A berbentuk spiral simetris dan memiliki selubung yang berbungkus materi genetisnyayang berupa RNA (ribonucleic Acid)rantai tunggal berpolaritas negatif.virus ini mempunya 2 macam tonjolan ,yakni  Hemaglutinin(H)dan neuraminidase (N).tipe A diberi kode menurut sifat-sifatantigenik dari hemaglutinin(H)dan neuraminidase(N)seperti terlihat pada contoh berikut:H1N1,H2N2,H3N2,atau H5N1.dan tardapat 16 suptipe H(H1-H16)dan 9 subtipe N(N1-N9)
         Didalam firus influenza A dapat menjadi perubaha besar pada komposisi antigenya yang di sebut antigenic shift atau terjadi perubahan kecil komposisi antigenik yang di sebut sebagai antigenic drift.perubahan-perubahan inilah yang memicu timbulnya epidemi atau bahkan pandemi .
         Gelombang epidemi oleh virus influenza A berlangsung secara periodik tiap 2-3 tahun, sedangkan periode terjadinya interepidemi untuk influenza B adalah lebih lama 3-6 tahun .setiap 10-40 tahun,ababila muncul subtipe virus influenza A yang baru,akan timbul suatu pandemi seperti yang terjadi pada tahun 1918 (H1N1),1957(H2N2)dan1968(H3N2).pada tahun 1997 telah mincul subtipe baru H5N1  meskipun pada saat ini belum mengakibatkan pandemi.
         Pada manusia hanya terdapat virus influenza A dari subtipe H1N1,H2N2,H3N3,H5N1,H9N2,H1N2,dan H7N7,sedangkan pada hewan adalah subtipe H1 sampai H5 dan N1 sampai N9.
·                  Dari semua subtipe tersebut,hanya virus influenza A subtipe H5 dan H7 yang telah di ketahui penyebab penyakit yang sangat ganas .mesti  demikian tidak semua virus influenza subtipe H5 dan H 7 bersifat ganas ,dan juga tidak semuanya menyebabkan penyakit pada unggas . (Cucunawangsih, 2006:5—7)


  1. Penularan Antarunggas
         Penyakit flu burung dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran unggas yang sakit. Penularan juga bisa terjadi melalui air minum dan pasokan makanan yang terkontaminasi oleh kotoran yang terinfeksi virus (Cucunawangsih, 2006:12).    
Beberapa penyebab terjadinya penularan flu burung antarunggas yaitu :
  1. Melalui kotoran unggas.
  2. Melalui lendir yang keluar dari hidung dan mata.
  3. Melalui sepatu atau pakaian yang tercemari virus.
  4.  Melalui air yang tercemar.
  5.  Melalui penjualan dan lalu lintas unggas.
  6. Melalui burung-burung liar

  1. Penularan dari Unggas ke Manusia
Flu burung bukan hanya menyerang unggas melainkan juga dapat menyerang hewan lain seperti babi, kucing, dan musang. Namun pola penularan dari hewan ke manusia tidak berubah, yakni virus flu burung hanya dapat menular ke manusia melalui unggas saja tidak melalui hewan lainnya. Hingga saat ini tidak ditemukan satu pun kasus yang menunjukkan bahwa hewan selain unggas dapat menularkan virus flu burung ke manusia,Penularan tersebut dapat terjadi melalui telur (bdk http://bowoblog.wordpress.com/2009/05/27/penularan-flu-burung/).
Cucunawangsih (2006:13--14) mengatakan penularan virus flu burung dari unggas ke manusia dapat terjadi ketika manusia bersinggungan langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung, atau dengan permukaan benda-benda yang terkontaminasi oleh kotoran unggas yang mengandung virus H5N1. Unggas yang dipelihara dilepas atau tidak dimasukkan dalam kandang, bahkan terkadang menyatu dengan rumah dan tempat anak-anak bermain. Kondisi ini sangat mungkin terjadi penularan dari unggas ke manusia, karena di dalam kotoran unggas yang sakit terkandung banyak  virus H5N1.

  1. Penularan Antarmanusia
         Penularan flu burung juga dapat terjadi dengan perantara manusia. Akan tetapi, penularan lewat manusia merupakan media yang sangat tidak efektif. Virus H5N1 berbeda karakter dengan virus H1N1 penyebab flu babi yang sangat efektif ditularkan lewat manusia (bdk http://fluburung.org/cara-cara-penularan-flu-burung.asp).
Hingga saat ini tidak ditemukan kasus yang menunjukkan bahwa flu burung dapat menular antar manusia. Namun demikian kewaspadaan tetap diperlukan. Penggunaan masker pada saat merawat pasien yang terinfeksi flu burung merupakan prosedur standar yang tidak bisa diabaikan. Tindakan berjaga-jaga merupakan suatu tindakan yang bijak (bdk http://bowoblog.wordpress.com/2009/05/27/penularan-flu-burung/).
2)      Pencegahan penyakit flu burung
         Pencegahan penyakit flu burung dapat dilakukan dengan menerapkan tindakan pencegahan terhadap unggas itu sendiri maupun manusia. Prinsip dasar tindakan pencegahan, pengendalian flu burung adalah dengan menerapkan hal-hal sebagai berikut:
·         Mencegah kontak antara unggas yang rentan dengan virus H5N1
·         Menghilangkan virus H5N1 dengan desinfektan
·         Meningkatkan kekebalan tubuh dengan vaksinasi
·         Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan bersih dan kepedulian adanya penyakit flu burung di sekitar kita
·         Menjaga ternak unggas dalam kondisi baik dengan cara mempunyai akses air
·         Menjaga kebersihan dan kesehatan kandang ternak unggas atau peliharaan dengan selalu membersihkan kandang dari kotoran dengan desinfektan yang mengandung klor,seperti cairan pemutih baju.
·         Memeriksa barang-barang yang masuk kedalam peternakan agar terbebas dari virus H5N1
·         Selalu membersihkan kandang , peralatan (tempat minum ,makan ,lori,sepatu pekerja ,dan kendaraan pengangkut dengan desinfektan secara berkala
·         Selalu mencuci tangan dengan sabun atau desinfektan setelah bekerja serta sebelum menyentuh makanan dan minuman
·         Mandi setelah pulang dari tempat kerja
·         Menghindari kontak langsung dengan unggas yang sakit atau terinfeksi flu burung .
·         Menggunakan alat pelindung seperti masker,baju kerja,kacamata,sepatu bot, ataupun sarung tangan karet tebal. (Cucunawangsih, 2006:57—59)
3)      Pengobatan penyakit flu burung
Penanganan flu burung dapat dilakukan dengan pengobatan atau pemberian obat flu seperti Tamiflu atau jenis lainnya, tapi harus tetap dalam pengawasan dokter atau pihak rumah sakit yang ditunjuk oleh Dinas Kesehatan RI.
Jenis obat penanggulangan infeksi flu burung ada 2, pertama adalah obat seperti amantadine dan rimantadine yaitu ion channel (M2) blocker, yang menghalagi aktivitas ion channel dari virus flu jenis A dan bukan jenis B sehingga aliran ion hydrogen dapat diblok dan virus tidak dapat berkembang biak.
Sayang sekali jenis obat yang pertama ini dapat memicu tingkat resistensi virus terhadap zat obat, sehingga di hari ke 5 hingga ke 7 setelah konsumsi obat, 16-35% dari virus akan resisten karena adanya mutasi pada protein M2 pada virus. Oleh karena itu, obat jenis ini tidak dijual bebas di sembarang apotik, meskipun denga pemberian resep dokter, karena dikhawatirkan kesalahan pemberian obat dapat menimbulkan munculnya jenis virus baru yang lebih ganas dan kebal terhadap obat ini.
Jenis obat yang kedua adalah Neurimidase (NA) inhibitor, jenis seperti Zanamivir dan Oseltamivir, dengan protein NA-nya yang berfungsi melepaskan virus yang bereplikasi di dalam sel, sehingga virus tidak dapat keluar dari dalam sel. Virus ini nantinya akan menempel di permukaan sel saja dan tidak akan pindah ke sel yang lain. Jenis obat yang kedua ini tidak menimbulkan resisten pada tubuh virus seperti jenis pada ion channel blocker.
Hingga sekarang peneliti telah berusaha keras untuk menciptakan jenis vaksin yang dapat mengantisipasi pandemik virus H5N1, namun karena virus ini selalu bermutasi maka dirasa penciptaan vaksin yang efektif tidak dapat cukup kuat melawan jenis virus H5N1 yang sekarang walaupun dirasa dapat efektif untuk mengantisipasi jenis baru yang akan muncul.
Walaupun penelitian vaksin jenis baru sedang digalakkan, WHO mengatakan bahwa percobaan klinis virus jenis pertama haruslah tetap dilakukan sebagai langkah yang esensial untuk mengatasi pandemik yang mungkin akan terjadi. (Saputra, 2008:177)

CHAPTER IV
CONCLUSION AND SUGGESTION
A.           CONCLUSION
Setelah membaca dan memahami makalah yang ditulis di atas dapat disimpulkan bahwa:
Penyakit flu burung atau flu unggas ( avian influenza) adalah penyakit yang di sebabkan oleh virus influenza yang di tularkan oleh unggas. sebenarnya penyakit flu burung adalah penyakit pada hewan akan tetapi dalam perkembangannya virus ini mengalami perubahan pada sruktur genetisnya yang mengakibatkan virus ini dapat di tularkan melalui manusia. virus flu burung dapat menimbulkan dua bentuk penyakit , yaitu bentuk yang berpatoginisitas rendah ( kurang ganas ) dan bentuk yang  patogen ( ganas ) bentuk penyakit yang berpatogenisitas rendah ( kurang ganas ) yang tidak mematikan sering di sebut dengan low pathogenic avian influenza viruses / LPAIV , yang hanya menyebabkan gejala ringan dan biasanya tidak terdeteksi . sedangkan bentuk yang sangat ganas / mematikan di kenal dengan highly pathogenic avian influenza viruses / HPAIV menimbulkan gejala yang sangat hebat , mudah menular ,contoh virus yang termasuk dalam HPAIV adalah H5N1.
Sampai sekarang belum di temuan obat yang bisa membunuh virus flu burung pengobatan hanya di tujukan untuk mengurangi gejala dan penanggulangan infeksi

B.     SARAN
Untuk mencegah teradinya flu burung ada beberapa cara antaranya sebagai berikut:
·         Mencegah kontak antara unggas yang rentan dengan virus H5N1
·         Menjaga kebersihan dan kesehatan kandang ternak unggas
·         Selalu membersihkan kandang , peralatan (tempat minum ,makan ,lori,sepatu pekerja ,dan kendaraan pengangkut dengan desinfektan secara berkala
·         Selalu mencuci tangan dengan sabun atau desinfektan setelah bekerja serta sebelum menyentuh makanan dan minuman
·         Menghindari kontak langsung dengan unggas yang sakit atau terinfeksi flu burung .
REFERENSI:
http://bowoblog.wordpress.com/2009/05/27/penularan-flu-burung/).
Cucunawangsih, 2006:5—7)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar